Sejarah FSAB

Indonesia, negeri seribu konflik. Mungkin tidak berlebihan menyebut angka seribu, melihat maraknya konflik yang setiap hari dapat dibaca di media cetak dan dilihat di televisi. Latar belakang dan penyebab terjadinya konflik-pun sangat beragam, dari mulai konflik yang berlatar belakang atau berkedok agama, ras, etnis, ideologi, sampai ke konflik-konflik yang menyangkut kehidupan sehari-hari, seperti perebutan lahan parkir, ketersinggungan antar kelompok, tawuran antar pelajar, antar mahasiswa, antar kampung, penggusuran lahan, dsb
Pada hari Minggu tanggal 25 Mei 2003, setelah beberapa tahun dilakukan pendekatan secara pribadi, berhasil diselenggarakan acara Silaturahmi yang dihadiri oleh 41 orang, termasuk putra-putri dari mereka yang tewas akibat konflik bersenjata dan mereka yang dahulu sangat berseberangan dalam politik/ideologi. Mereka ternyata dapat bertemu dalam suasana yang akrab, sehingga dapat di katakan bahwa tampak secercah titik terang, yang memberi harapan baru bagi kelangsungan kehidupan yang rukun bangsa Indonesia, yang sedang terancam bahaya disintegrasi akibat semakin menguatnya politik aliran, sektarian, dan kedaerahan.

Visi


Terwujudnya suatu masyarakat Indonesia yang saling memahami dan saling menghormati perbedaan dan keberagaman sesama anak bangsa dalam kehidupan kebersamaan sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat.


Misi


Mengembangkan masyarakat yang memiliki sikap dan toleransi dan saling menghargai, guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera dengan jalan damai.

Asas dan Dasar


Forum Silahturami Anak Bangsa berasaskan Pancasila dan berdasarkan Undang Undang Dasar 1945

PERNYATAAN BERSAMA SILAHTURAHMI ANAK BANGSA 91 Oktober 2010)


Dengan Rahmat Tuhan yang Maha Esa, Kami menyatakan :
1.Memegang teguh dan mengamalkan secara utuh dan konsekuen Pancasila sebagai satu satunya Idiologi Bangsa.
2.Menjunjung tinggi Konstitusi Negara Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
3.Menjaga Keutuhan Negara Republik Indonesia.
4.Menerima Keberagamandalam bingkai “Bhineka Tunggal Ika”
5.Meninggalkan sikap sikap yang dapat memicu konflik, yang mengakibatkan perpecahan dalam kehidupan bangsa dan bernegara.

CATATAN :

1.Keberadan FSAB tidak mewakili unsur kelompok, golongan, melainkan sebagai individu, pribadi.
2.FSAB merupakan kekuatan moral.

IKRAR ANAK BANGSA (5 Maret 2004)


Kami Bangsa Indonesia yang tergabung dalam FSAB berikrar:
1.Menghargai kesetaraan segenap waga Indonesia
2.Menghormati hak asasi dan perbedaan setiap warga negara dalam kehidupan Bersama sebagai bangsa Indonesia.
3.Bersikap tidak mewariskan konflik dan tidak membuat konflik baru.

Cuplikan Buku The Children of War

link : Cuplikan Buku The Children of War 2020

Susunan Pengurus FSAB

link : Susunan Pengurus FSAB 2020-2023

Profil Pemrakarsa dan Pendiri FSAB

link : Profil Pemrakarsa dan Pendiri FSAB 2020