Berita Terbaru

26/04/2020
FSAB  WhatsApp Image 2020 10 20 at 05.31.48

Revilitasi FSAB. Ciawi. 14 -15 Januari 2020

26/04/2020
FSAB  FSAB

Kilas Balik Forum Silaturahmi Anak Bangsa: Sejarah yang Menyentuh

“Berhenti mewariskan konflik, tidak membuat konflik baru”   Pernahkah membayangkan kedua orang tua kita saling membunuh karena perbedaan ideologi, saling bermusuhan karena situasi politik ? Sejarah […]
26/04/2020
fsablogoretina

Pernyataan Sikap Kebangsaan FSAB 2020

link : Pernyataan Sikap Kebangsaan FSAB 2020

Sejarah Kami


FSAB berdiri tanggal 25 Mei 2003, setelah sejak sekitar tahun 2000 beberapa aktivis anak Veteran Republik Indonesia melakukan pendekatan secara pribadi kepada putra-putri dari para tokoh yang dahulu terlibat konflik, dari yang ringan hingga konflik bersenjata yang mengakibatkan korban jiwa..

Baca Selengkapnya

Visi


Terwujudnya suatu masyarakat Indonesia yang saling memahami dan saling menghormati perbedaan dan keberagaman sesama anak bangsa dalam kehidupan kebersamaan sebagai bangsa Indonesia yang bermartabat.


Misi


Mengembangkan masyarakat yang memiliki sikap dan toleransi dan saling menghargai, guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera dengan jalan damai.

Kutipan Komentar Beberapa Tokoh Masyarakat

  • harry-silalahi
    “ Pengalaman cairnya kelompok kelompok orang-orang muda ini untuk bergabung dalam satu peguyuban FSAB dapat dijadikan sebagai suatu sumbangan konsep rekonsiliasi untuk mengatasi masalah tersebut, meskipun masih perlu lebih giat disosialisasikan agar dapat segera diaktualisasikan “
    Harry Tjan Silalahi
  • Sulastomo
    “Langkah anak-anak eks Darul Islam, anak-anak Pahlawan Revolusi, dan juga anak-anak eks PKI yang terhimpun dalam satu organisasi nerupakan pendekatan budayapenyelesaian pelanggaran HAM yang dipelopori anak-anak kita. Dengan pendekatan budaya seperti ini dendam sesame warga bangsa dengan sendirinya terkubur. Sebaliknya minta maaf pada salah satu golongan saja lebih politis terhingga masih meningglkan implikasi politik. Pendekatan budaya justru akan lebih memperkukuh upaya rekonsiliasi nasional”
    Sulastomo
  • adnan-buyung
    “Hal yang mereka lakukan ini menjadi penting , yakni membuka pemahaman yang lebih luhur dan mulia mengenai Hak Asasi Manusia. Kalau dulu orang tua kita membuat kesalahan atau kekhilafan, bahkan konflik yang menimbulkan permusuhan dan peperangan, sekarang sudah harus dibentuk suatu kehidupan politik dimana pendirian apa pun yang dianut oleh anak bangsa ini, tetap harus mengedapankan saling menghormati, jangan lagi yang satu mengeliminir yang lain, apalagi sampai membunuh “
    Adnan Buyung Nasution
  • Salahuddin-Wahid
    “Upaya mewujudkan rekonsiliasi bias lebih berarti dengan adanya FSAB yang didalamnya terdiri dari putra putri para tokoh yang selama ini berkonflik. Bersatu dan bekerja samanya mereka diharapkan bias menghilangkan saling curiga yang bias menjadi awal yang baik bagi bangsa kedepan
    Salahuddin Wahid
  • Ahmad-Syafei-Maarif
    “ Bagi saya lahirnya FSAB menjadi penting bila dilihat dari persfektif upaya rekonsiliasi bangsa yang justru dating dari bawah, mudah mudah an sama-sama dilandasi oleh niat tulus untuk memaafkan masa lampau, sekalipun tidak perlu selalu dilupakan
    Ahmad Syafei Maarif
  • AM-Hendropriyono
    "Saya mengharapkan FSAB dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat yang saat ini rawan konflik dengan menyebarkan semangat silahturahmi dan berdialog menghadapi perbedaan dalam bingkai Pancasila dan UUD 1945 “ .
    AM Hendropriyono
  • taufik-kemas
    Motto FSAB “Berhenti mewariskan kondan tida membuat konflik baru” lebih besar dari “ To Forgive but not Forget” nya Nelson Mandela. Karena konflik di Afrika Selatan hanya antara 2 pihak , sedangkan di Indonesia antara berbagai pihak atau Multi konflik
    Taufik Kemas

Visit Our Social Media

FSAB  download      FSAB  yt